Beingstrong’s Blog

it’s just me!!

Mengapa keperawanan sangat penting untuk perempuan?

Keperawanan dalam bahasa Inggris disebut Virginity. Kata perawan atau virgin berasal dari bahasa Latin dan Yunani yaitu virgo yang berarti gadis atau perawan. Kata ini dipakai dalam mitologi Yunani untuk mengelompokkan beberapa dewi seperti Artemis yang dikenal juga sebagai Diana yang merupakan dewi bulan dan perburuan dan Hestia yang merupakan dewi hati. Dalam bahasa Indonesia, perawan berasal dari kata ‘rawan’ atau mudah terkena sesuatu atau mudah sobek/patah.

Dalam zaman pertengahan, virginitas menjadi istilah seksual yang menunjuk pada wanita heteroseksual yang secara fisik belum pernah dimasuki alat kelamin pria. Wanita diharapkan tetap menahan diri sampai perkawinan dan akan dianggab menjatuhkan kehormatan keluarga kalau ia berhubungan seks sebelum menikah.

Definisi awam mengenai seorang perawan/perjaka adalah seseorang yang belum melakukan hubungan seks dengan lawan jenis. Walaupun definisi ini dianggab biasa-biasa saja, ternyata pada akhirnya hanya menekankan pada aspek fisik dan medis. Jadi kesimpulan pada akhirnya, perawan pada seorang wanita  adalah wanita yang selaput daranya utuh. Tapi bagaimana bila selaput dara seorang wanita tidak utuh lagi/sudah robek karena adanya cidera/trauma seperti naik kuda atau naik sepeda? Apakah wanita tersebut sudah tidak lagi disebut sebagai perawan? Lalu bagaimana dengan pasangan heteroseksual melakukan seks tanpa melakukan penetrasi penis ke dalam vagina sehingga tidak merusak selaput dara, apakah masih dapat disebut perawan?

Lalu bagaimana dengan pria yang selalu bercuap-cuap tentang keperawanan seorang wanita, tetapi tak pernah berkoar-koar tentang keperjakaan seorang pria? Pada wanita yang tidak ‘berdarah’ pada saat malam pertama akan dipermasalahkan dengan langsung menuduh wanita tersebut tidak perawan, walaupun memang sebenarnya wanita tersebut masih perawan dan hanya mengalami cidera/trauma pada selaput daranya. Tetapi wanita tidak akan bisa tahu apakah seorang pria masih perjaka atau tidak tanpa ada keterusterangan dari pria tersebut. Jadi seorang pria akan tetap mendapatkan status perjaka bila dia tetap manjaga rahasia untuknya sendiri dan seorang wanita akan diukur keperawanannya hanya dari keutuhan selaput daranya. Apakah itu masih adil?

May 12, 2009 Posted by dian purwaningrum | article | | No Comments Yet