Surat untukmu,kak..
Kak…! Taukah kau,kak? Dia memang benar-benar bisa meluluhkan hati orang-orang yang mengenalnya. Diantara ramainya pesoalan dia mendekatiku dan menenangkan hatiku, kak! Tapi Kak… aku malah teringat tentangmu, aku memikirkanmu. Aku merasa kembali mundur pada waktu saat-saat aku bersama denganmu, kak! Apakah kau ingat akan itu, Kak? Aku penah mengaguminya, bahkan sampai sekarangpun aku masih bahkan semakin mengaguminya. Dia telah membuatku menyayanginya, membuatku menikmati dengan segala perhatiannya padaku. Walaupun banyak kekurangan-kekurangannyanya tapi dia punya kelebihan yang telah mengikat hatiku. Tapi Kak… aku merasa dia itu sangat berarti bagiku. Tapi Kak… semua itu karena aku menyayanginya. Dia adalah kakak yang baik untukku , seorang saudara yang menyayangi dan memperhatikan adik-adiknya. Walau terkadang aku merasakan galaunya hatiku saat bersama dengannya. Dan itu karenamu, Kak! Aku jadi semakin memikirkanmu, Kak… Tapi Kak… aku kecewa padamu. Aku kecewa karena rindu yang sedemikian besar tak kau obati. Aku menyayangimu Kak! Aku merindukanmu! Aku bisa melakukan apa saja untuk bertemu denganmu. Aku bisa melakukan apa saja untuk mengobati rindu ini. Walau dengan jalan yang berat sekalipun, Kak! Aku menyayanginya, Kak. Aku mengaguminya sebagaimana besar rindu yang tak kau obati,Kak. Kau telah membuatku mengaguminya, Kak! Tapi Kak… buatku kaulah yang terhebat. Kau yang telah membuatku melayang bila bersamamu. Membuatku melupakan kalau itu tak pantas untukku. Membuatku ber-citarasa. Kau telah menguasai sebagian besar ruang hatiku, Kak. Kau orang yang hebat yang membuatku lupa akan keterbatasanku. Aku memanglah bukan orang yang sempurna. Aku punya banyak kekurangan. Bagaimanapun kucoba aku tidak bisa, Kak! Inilah aku,Kak! Dengan segala keterbatasan aku menyayangimu. Salahkah aku jika aku menyayangi saudara-saudara kita yang lain seperti aku menyayangimu, Kak? Kau pasti tak akan pernah keberatan kan, Kak? Karena kau tak pernah tahu betapa besarnya sayangku padamu, Kak! Kau tak akan pernah tahu… Aku memang kecewa, Kak! Kukatakan aku benar-benar kecewa padamu. Aku tak pernah bertemu denganmu disaat rinduku sudah diambang perasaanku. Aku tak pernah mendapatkan jabatan tangan yang lebih lama dari pada mereka. Aku tidak pernah… dan aku tidak pernah, Kak!! Kau tahu, Kak! Betapa besarnya keinginanku untuk bersandar padamu saat aku merasa letih. Tapi Kak… kau tidak pernah datang menenangkanku. Kak… karena kecewaku itu aku merindukan perhatian seorang kakak yang baik bagiku, Kak! Dan Dia telah datang, dia telah membuatku menyayanginya dengan segala perhatian yang tak pernah kau berikan padaku, Kak!! Dia telah memecahkan kesepianku padamu, Kak! Dia menghiburku, menggantikan akan kehadiranmu. Dia telah mengobati lukanya hatiku, Kak! Taukah kau, kak? Sebelum aku sedekat ini dengannya. Aku menyelesaikan masalahku dengan cara-cara yang tidak pantas aku lakukan. Aku hampir saja masuk ke dalam jurang dan lebih terpuruk lagi di dalamnya. Kau tak akan pernah tahu, Kak! Mungkin bukan hanya karenamu aku terperosok, Kak! Aku tahu itu… tapi munafiknya, aku coba mengingkari tentang semua itu, Kak. Aku tahu kalau itu adalah hal yang tidak benar untuk menyelesaikan masalah, Kak! Aku tahu hal itu. Aku down, Kak! Aku frustasi. Sampai-sampai aku pernah berniat untuk mengakhiri hidupku, kak! Itu bodoh! Dan itu bukan hanya bodoh. Aku sudah tak menghargai hidupku lagi. Aku orang yang sudah jatuh, Kak! Kau tak pernah tahu itu, Kak! Kau tak akan pernah tahu dan tidak boleh tahu. Tapi Kak… kapan kau akan datang untuk menenangkanku? Aku butuh itu, Kak! Dan Dia telah memberikan itu semua padaku. Aku menyesal melakukan itu semua, Kak! Aku merasa itu bukanlah jalan yang baik. Aku bersyukur sampai sekarang aku masih bernafas menikmati dunia ini, kak! Aku bahagia mempunyai saudara-saudara, kakak-kakak yang sangat baik padaku. Pantaskah aku menerima itu semua, kak? Pantaskah aku menjadi adik-adiknya yang sangat baik padaku? Kak… aku ingin sekali menjadi seorang adik yang manis untuk kalian. Aku ingin meninggalkan semua perbuatan jelekku. Tapi Kak… maukah kau membantuku? Maukah kalian semua membantuku? Membantuku mencari dan mendalami lagi apa itu arti dari sebuah hidup. Apa pentingnya sebuah nyawa. Dan indahnya kehidupan ini. Maukah kau, Kak? Salahkah aku, Kak? Aku ingin menyandarkan bebanku padanya. Aku melibatkannya dalam hidupku. Aku memberikan perhatianku dan sayangku padanya, Kak! Salahkah aku, Kak? Aku menyukainya, menyayanginya, mengaguminya bahkan mencintainya, Kak! Tapi Kak… dengan lebih tulus lagi aku ingin mengatakan kalau aku lebih menyukaimu, menyayangimu, mengagumimu dan lebih mencintaimu, Kak! Aku tulus, Kak…
-
Archives
- February 2010 (1)
- December 2009 (1)
- September 2009 (7)
- August 2009 (2)
- July 2009 (1)
- June 2009 (5)
- May 2009 (25)
- April 2009 (12)
- March 2009 (2)
- February 2009 (13)
- January 2009 (5)
- December 2008 (8)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS