Beingstrong’s Blog

it’s just me!!

I boring!!!

Hari ini diawali dengan senyum, bahagia, walaupun bangun kesiangan. Tapi semakin sore jadi semakin bete, kesel, bad mood.

How u feel if your friend lied to you? U must be hate it. Boring..boring..and boring.. I want to kick him!! I’m angry, I’m sad, I hate him!! He promise to me, but he lie.. I hate this day..

May 8, 2009 Posted by dian purwaningrum | uneg2Q | | No Comments Yet

Gimana nie??

April 24, 2009 Posted by dian purwaningrum | uneg2Q | | No Comments Yet

BETE abis..!!

Oh Tuhan..!!! Salah apa aku ini? Apakah aku kurang sabar dalam menghadapi sesuatu, sehingga kau berikan ujian kesabaran yang lebih tinggi lagi?

Ya ampun!!! aku dah mati cara buat ngadepinnya..

BETE abis!!!!

Dilunakin gak tau diri

Dibiarin nglunjak

Dikasarin gak terima..maki2..

Emang maunya apa sih?

Dia bilang aku harus jaga perasaan orang lain..tapi apakah dia pernhah melakukannya?

Dia bilang aku harus menghargai teman..Tapi apakah aku pernah dihargainya?

BETE abis!!!

Apa aku boleh mengumpat?

Dikit aja ya..

Brengsek!!

Gak tau diri!!

Gak tau sopan santun!!

Pikirin aja tuh diri sendiri, klo ada apa apa bukan urusanku kan..

Okay.. I never care about you anymore, Bitch..

Good luck!!

December 30, 2008 Posted by dian purwaningrum | uneg2Q | | No Comments Yet

BaTaS KeSaBaRaN

Segala sesuatu pasti ada batasnya, begitu juga dengan kesabaran. Bagaimana bila kesabaran itu sudah pada ambang batas yang paling tinggi? Pasti butuh banyak energi..

Kesabaran juga ada batasnya. Tidak semua orang memiliki kesabaran yang tinggi. Banyak orang yang mempunyai kesabaran yang rendah hingga dengan mudah menggumbar emosinya, tapi bagaimana bila seseorang yang punya kesabaran tinggi sudah dalam titik kritisnya? Tak bisa dibayangkan.

Herannya ada orang yang tak pernah memikirkan perasaan orang lain, hanya memikirkan dirinya dan kepentingannya sendiri. Bagaimana mungkin ada orang yang bisa berbuat tega kepada orang lain seperti itu? Tak habis pikirku ada orang seperti itu. Tetapi memang ada.. Aku ingin tahu bagaimana cara pikirnya tentang kehidupan.

Aku sudah dalam ambang batas kesabarannku. Emosi yang sudah di ujung tanduk ini akan mudah diledakkan bila pemicunya ditarik. Ta Ku coba untuk tak lagi perduli, kucoba untuk acuhkan segala sesuatunya, kucoba untuk mengambil segala segi positifnya. Tapi ternyata memang emosi ini bisa dengan mudah diledakkan.

Ku kira hanyalah diriku yang mengalaminya, ternyata banyak orang yang telah mengalami kejadian ini juga. Tak terfikir olehku ternyata tak hanya aku yang di buatnya emosi. Ternyata banyak orang yang menjadi korbannya. Menghabiskan banyak energi untuk emosi yang sebetulnya tak perlu dirasakan.

Tapi aku tetap tak tahu cara fikirnya. Dia memang tak perduli atau benar-benar tak mengerti semua orang bicarakannya, jenuh akan sifatnya, dan bahkan salut akan keberuntunggannya yang sebenarnya tidak patut di dapatkannya.

Kekayaan bikinnya tinggi hati, sebagai anak yang selalu dimanja oleh orang rumah menjadikannya harus mendapatkan apa yang diinginkannya. Tapi apakah seperti itu yang harus ditunjukkan dalam kehidupan di luar? Merasa harus selalu dielu-elukan bagai seorang putri, merasa selalu benar, merasa harus di hormati, merasa orang lain bukanlah apa-apa! Aku bosan dengan sikapnya yang merendahkan aku, aku benci dengan sifatnya yang tek pernah perduli akan perasaan orang lain dan keadaan sekitar!

Bisa saja dia dianggab seorang putri oleh orang tuannya, boleh saja dia dianggab ratu bagi kekasihnya. Tapi bukan berarti aku adalah pesuruhnya! karena aku tak pernah mengganggabnya putri bahkan ratu! Apakah hanya dengan kata ‘MALAS’ dapat membuat dia bebas dengan semua kewajiban yang harus ditanggungnya? Apakah bila dia menggucapkan kata ‘MALAS’ akan membuatku menjadi budaknya? TIDAK! aku tak akan pernah sudi!

Kuharap segala sesuatunya akan berubah. Harus ada perbaikan diri yang harus dilakukannya untuk mendapatkan simpati dari orang lain. Aku mau membantunya bila dia tak mengganggabku bawahannya. Aku akan masih mau membantu bila dia sudah menurunkan sedikit kepalannya. Aku akan dengan senang hati membantu bila dia bisa berfikir menjaga perasaan orang lain.

Aku akan menunggu untuk membantunya menjadi seseorang yang berbeda.

I wish..

December 25, 2008 Posted by dian purwaningrum | uneg2Q | | No Comments Yet